Tips Cara Mengetes Kualitas dan Keaslian Madu

Banyak sekali manfaat dan khasiat dari madu sejak zaman dulu manusia telah memanfaatkan madu sebagai pengobatan alami.berikut saya akan menjelaskan bagaimana cara mengetahui kualitas dan keaslian madu.

Nash Al Qur’an yang secara sangat jelas mengungkap bahwa madu sebagai obat adalah ayat berikut :

“Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan”. (QS An- Nahl: 69).

Sedangkan hadits shahih Rasulullah S.A.W yang mengungkapkan madu sebagai obat adalah sebagi berikut: Dari Ibnu Abbas R.A. dari Rasulullah S.A.W. : ”Kesembuhan dari penyakit itu dengan melakukan tiga hal : berbekam, minum madu dan dibakar dengan besi panas. Tetapi aku melarang umatku membakar dengan besi panas itu”. HR. Shahih Bukhari. Meskipun dengan ayat Al Qur’an yang jelas dan hadits yang shahih sekalipun, mungkin kita masih ragu bahwa madu lah obat bagi penyakit kita – maka hal inipun manusiawi dan Rasulullah S.A.W. pun memberikan contoh yang komplit bagi kita dengan hadits shahih berikut ini :

Diriwayatkan oleh Abu Sa’id Al-Kudri : Seorang laki-laki datang kepada Rasulullah S.A.W. dan berkata, “ Saudaraku sedang mengalami sakit perut” kemudian Rasulullah, S.A.W berkata kepada laki-laki tersebut, “Suruh dia minum madu”, Laki-laki tersebut kembali kepada Rasulullah, S.A.W dan beliau berkata kembali “Suruh dia minum madu”, Laki-laki tersebut kembali untuk ketiga kalinya dan Rasulullah tetap berkata “Suruh dia minum madu” , kemudian laki-laki itu kembali dan berkata “ Sudah saya lakukan ya Rasulallah”, kemudian Rasulullah S.A.W. bersabda “Allah telah menyampaikan yang benar, tetapi perut saudaramu berbohong, suruh dia minum madu”. Kemudian laki-laki itu meminta saudaranya untuk kembali minum madu dan dia sembuh.

Bagaimana jadinya jika ternyata madu yang kita konsumsi bukan madu yang asli? mungkin bukan kesembuhan yang kita dapat tapi malah penyakit lain yang akan muncul, saat ini banyak di pasaran beredar berbagai jenis madu ada yang memang benar – benar asli tapi juga ada yang palsu. Namun, dengan mengerti sifat dan kandungan madu, dapat dinilai mana madu yang “asli” dan “palsu”, serta kualitas madu apakah baik atau jelek..

Ada 3 jenis pemalsuan madu :
  1. Pemalsuan Jumlah :  dilakukan dengan menambah volume madu “asli” dengan madu “palsu”, misalkan mencampurkan gula/madu buatan yang relatif lebih murah untuk kemudian diaduk.
  2. Pemalsuan Mutu : biasanya dilakukan dengan mengubah kadar air madu yang tadinya tinggi, lalu diturunkan dengan pemanasan.
  3. Pemalsuan menyeluruh : yakni madu yang diklaim “asli” padahal sebenarnya 100% buatan, jadi bukan madu yang nerasal dari lebah dengan komposisi aslinya.

Secara kasat mata memang sulit membedakannya, diperlukan pengujian kuantitatif untuk memastikan keaslian madu. Lewat uji kuantitas, madu dapat diperkirakan dipalsukan atau ditambahkan sesuatu apabila; kadar sukrosa madu naik, kadar enzim naik/turun, kadar abu menjadi naik/turun, daya hantar listrik naik, kandungan pollen dalam sedimen turun, kandungan mineral turun, aroma dan rasa berubah, kandungan HMF (Hidroksi metal Furfuraldehid) berubah, kadar protein turun, warnanya terang, madu mengandung PbCl2, PbSO4, anion dan kation.

Secara sederhana, madu asli dan palsu dapat dibedakan dengan melihat ciri khas fisis madu asli sebagai berikut :
  1. Cara pertama, meneteskan madu pada selembar kertas (Madu palsu akan mudah terserap kertas karena kandungan airnya tinggi)
  2. Cara kedua, dengan mengocoknya (Madu asli akan membentuk gas atau uap air jika dikocok)
  3. Cara ketiga, mencampurnya dengan telur ayam/bebek (Madu asli yang diaduk bersama telur akan membentuk gumpalan dan rasa telur berubah menjadi seperti sudah digoreng)
  4. Cara keempat, dituang ke wadah berisi air (Madu asli akan langsung jatuh ke dasar wadah, sedangkan madu palsu cenderung akan menyebar)
Sayangnya, saat ini banyak madu palsu yang menyerupai madu asli hingga cara-cara tersebut hanya bisa sebagai bahan pertimbangan saja (tidak mutlak, ed). Tipsnya adalah dengan membeli madu di tempat yang sudah terpercaya. Bila terpaksa membeli di tempat lain, bandingkan apakah harganya tidak terlalu beda jauh dengan madu sejenis dari merk lain. Jika harganya sangat murah, bias jadi madu tersebut adalah madu buatan.
 Versi lain mengetes keslian Madu
Berikut ini beberapa pendapat tentang Trik Mengecek Madu Asli atau Palsu yang beredar luas di masyarakat. Semoga bermanfaat.
  • Tidak ada semut yang datang
Pada dasarnya semut menyukai zat yang manis, apa pun itu..kecuali manis yang beracun kali ya? Jika kita melihat sarang lebah yang sudah ditinggalkan oleh penghuninya, maka akan kita dapati sekelompok semut yang mendatanginya. Sebaliknya, seharusnya kita curiga jika mendapati madu yang tidak disemutin, jangan – jangan itu racun bukan madu..:-)
Yang perlu dijadikan catatan hanyalah semakin kental suatu madu maka semakin sulit pula semut menemukannya.
Kesimpulannya: trik ini tidak bisa dijadikan pegangan untuk menentukan keaslian madu, malah cenderung menyesatkan.
  • Tidak tembus jika dituangkan pada kertas koran atau kertas tisu
Di Indonesia dengan curah hujan dan tingkat kelembababan yang tinggi dapat berpengaruh pada tekstur madu. Di musim penghujan, madu akan terlihat encer. Sebaliknya di musim kemarau, madu akan terlihat lebih kental.
Madu yang encer menandakan kandungan air yang lebih tinggi daripada madu yang kental. Jika madu yang encer di teteskan di atas kertas sudah barang tentu akan tembus mengingat tingginya kandungan air. Berbeda dengan madu kental, hal tersebut tidak akan terjadi.
Madu lokal banyak yang tidak lulus tes pengujian dengan trik ini karena kandungan air yang rata – rata diatas 22%. Itulah sebabnya kenapa Indonesia tidak bisa meng-ekspor madu walaupun madu cukup melimpah dinegeri kita, tidak lain karena peraturan internasional yang menetapkan kandungan air pada madu yang di ekspor maksimal 20%.
Kesimpulannya: trik ini tidak bisa dijadikan pegangan untuk menentukan keaslian madu, malah cenderung menyesatkan.
  • Dapat mematangkan telur
Madu dengan kandungan air tinggi lebih mudah berproses fermentasi. Seperti yang sudah kita ketahui, hasil akhir dari fermentasi adalah zat yang mirip-mirip alkohol. Anda tahu kenapa singkong bisa menjadi tape? Madu pun mirip – mirip seperti itu lah.
Zat seperti alkohol inilah yang menjelaskan mengapa telur yang dimasukkan ke dalamnya bisa terlihat matang.
Kesimpulannya: trik ini tidak secara mutlak bisa menentukan keaslian madu.
  • Mudah meletup jika tertutup rapat
Seringkali kita dapati meletupnya botol/wadah madu ketika kita membukanya. Kejadian ini oleh banyak kalangan dijadikan indikasi aslinya suatu produk madu.
Sebenarnya ini masih terkait dengan penjelasan no. 3. Proses fermentasi menyebabkan naiknya tekanan didalam wadah madu yang mana letupan akan terjadi ketika kita membuka wadah tersebut.
Madu yang sudah terfermentasi akan menurun kualitasnya. Semakin lama proses fermentasi terjadi, semakin menurun pula kualitasnya hingga akhirnya madu tersebut tidak layak lagi untuk dikonsumsi.
Kesimpulannya: trik ini tidak bisa dijadikan pegangan untuk menentukan keaslian madu.
  • Tidak beku di freezer
Kembali kepada kandungan air dalam madu. Semakin tinggi kandungan air dalam madu maka semakin mudah pula madu tersebut membeku. Mengingat madu lokal yang rata – rata memiliki kandungan air yang cukup tinggi, tentu madu lokal tidak akan lulus pengujian dengan trik ini.
Jangan pernah menyimpan madu dalam freezer hanya untuk memastikan asli atau tidaknya. Seandainya aslipun, maka madu itu akan menurun drastis kualitasnya. Suhu dalam freezer cukup ekstrem dan tidak bagus untuk madu. Di dalam piramida mesir ditemukan madu berumur 5000 tahun dengan kualitas bagus. Kondisi ini dapat terjadi jika suhu ruangan tidak ekstrem (terlalu panas atau dingin) dan tidak terkena sinar matahari langsung.
Kesimpulannya: trik ini tidak bisa dijadikan pegangan untuk menentukan keaslian madu, malah cenderung menyesatkan.
  • Madu palsu menggumpal
Kita kerapkali mendapati madu yang kita beli menggumpal didasar wadah. Padahal ketika kita membelinya kondisinya tidak demikian. Tatkala kita mencicipinya, kita pun mendapati rasa yang mirip gula. Mungkinkan ini madu palsu yang dicampur gula?!
Madu memiliki karakter yang berbeda-beda sesuai dengan bunga yang dihisap oleh lebah. Ada madu yang memiliki kandungan glukosa lebih banyak daripada kandungan fruktosa-nya. Ada juga yang sebaliknya. Untuk madu dengan kandungan glukosa lebih banyak maka penggumpalan bisa terjadi. Namun tidak dengan yang sebaliknya
Tidak perlu khawatir jika mendapati madu yang demikian. Madu bisa dipanaskan dengan api kecil sampai gumpalan menghilang.
Kesimpulannya: trik ini tidak bisa dijadikan pegangan untuk menentukan keaslian madu, malah cenderung menyesatkan.
  • Korek api masih dapat menyala
Lagi-lagi terkait dengan kandungan air dalam madu. Semakin encer madu, semakin sulit korek api menyala.
Perlu diingat, sebagus apapun kualitas madu, tetap saja mengandung air! Air tidak akan pernah “berdamai” dengan api, korek yang dicelupkan dalam madu kemudian didiamkan beberapa saat (jangan langsung dinyalakan) pasti tidak akan mengeluarkan api.
Kesimpulannya: trik ini tidak bisa dijadikan pegangan untuk menentukan keaslian madu.
Lalu bagaimana kita dapat menentukan madu asli atau tidaknya? Untuk memastikannya perlu tes laboratorium, tapi ada cara – cara tertentu yang bisa kita lakukan sebagai sikap kehati-hatian kita dalam memilih madu

Pastikan madu yang kita beli memiliki izin seperti Depkes, POM atau lebih bagus lagi jika madu telah memiliki sertifikat SNI.

  • Cari produsen madu yang memiliki peternakan lebih sendiri, biasanya kualitas dan keasliannya lebih terjamin.
  • Cari madu dengan tekstur agak kental dan tidak keruh. Jangan beli madu yang sudah berfermentasi.
  • Jika madu lulus tes uji no 1- 3, silahkan Anda beli. Lalu rasakan madunya, apakah manisnya disertai dengan rasa asam. Jika ya, berarti madu telah menurun kualitasnya. Jika tidak, Anda bisa rutin mengkonsumsinya.
  • Evaluasilah hasil dari mengkonsumsi madu. Setelah sekian lama Anda mengkonsumsi madu tersebut (minimal menghabiskan 1 botol besar) apakah ada perubahan positif pada tubuh Anda, seperti: badan terasa lebih bugar, keluhan – keluhan kesehatan yang teratasi dan jadi tidak mudah sakit/lelah. Jika ya, maka Anda telah mengkonsumsi “madu asli dengan kualitas bagus”.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s